Ditulis Oleh : Ridha Muslimah Sacha
Nana sedang fokus dengan pekerjaannya. Tiba-tiba saja Arsyi sudah ada di hadapannya.
“Astagfirullah, kamu ngagetin aku aja!” seru Nana sambil memegang dadanya.
“Mama kamu bilang, aku langsung aja ke ruang belajar. Maaf. Dari tadi aku ucapkan salam, tapi kamu enggak jawab. Makanya aku langsung berdiri di sini. Aku mau ajak kamu jogging ke alun-alun,” jawab Arsyi sambil tersenyum. Pandangan Arsyi beralih ke meja dekat pintu. Stiker-stiker bertumpuk dan sudah rapi dikemas.
“Kamu buat sendiri semuanya, Na? Keren! Aku pikir kamu beli terus kamu jualin lagi.” Arsyi memandang Nana kagum.
“Iya, Syi. Aku buat desain gambarnya secara digital di tablet ini. Aku cetak dengan printer di kertas stiker. Aku gunting sesuai bentuknya. Terakhir, aku masukkan ke dalam plastik kemasan. Setelah itu, aku jual deh. Alhamdulillah, lumayan hasilnya. Aku tabung, Syi.”
“Oh, iya. Aku memang mau ke alun-alun, Syi. Tapi aku jualan stiker, alhamdulillah Minggu lalu jualanku laris manis. Kita pergi bareng ya,” ujar Nana lagi.
“Oke, Na. Boleh ya aku ikut jualan? Setelah itu, kita jogging.”
“Boleh banget, Syi. Nanti keuntungannya aku kasih ke kamu juga.”
“Asyik,” seru Arsyi senang. ***

